Jumat, 05 Februari 2016

Si Kelinci Kecil



melihat kelinci kecil seperti melihat kau saat kecil dulu...
dimana kau yang mungil, putih, dan mempunyai gigi seperti kelinci...
kau yang selalu mempunyai nilai ketenaran di saat bangku sekolah dulu.

kau tak pernah sesekali pun tak menampakkan gigi kelinci mu itu, dimana kau yang bawel, suka menjadi rebutan para hawa...
yah...kau memang menjadi aktor dalam drama kehidupan kaum hawa di bangku sekolah dulu.

dimana kaum hawa selalu membicarakan ketampanan mu, dimana gadis-gadis kecil selalu berebut ingin mendapatkan mu, ingin mendapatkan dari perhatian sikap baik mu itu...
tak sedikit dan seringpun para gadis selalu berkunjung kerumah mu, entah dengan modus ingin mendapat perhatian mu atau ingin kenal lebih dekat dengan keluarga mu.

namun sayang.....

dulu ku tak ada niat untuk memberanikan diri mengenal mu lebih dekat, hanya mengenal mu sebagai kelinci kecil yang tampak jauh dari pelupuk mata.
dan sekarang pun itu hanya sabuah kenangan, kenangan dimana ku selalu malu saat berada di dekat mu. ku hanya sesekali dan tak sengaja kerumah mu karena tante ku mengajak ku untuk kerumah mu, dan itupun bukan karena ingin mengenalkan mu ke aku, hanya kepentingan bisnis dengan ibu angkat mu. tak apa ku tak bisa seperti yang lain. karena ku sadar, aku hanya seorang gadis kecil yang pantas untuk dipandang sebagai teman biasa, bukan golongan gadis pemuja mu.

namun sekarang berubah,
dimana kau sudah lebih jauh dari pandangan ku, jauh dari hati ini, kau lebih baik dan juga warm saat kita mulai dekat untuk memulai berbincang.
kita bisa mengenal lebih dekat lagi, tak ada kata "sungkan" lagi diantara kita.

dan ku bahagia bisa mengenal mu yang saat ini. kau lebih perhatian dan juga lebih dewasa dibanding kau yang ku kenal sebagai kelinci kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar