pageeeeeh!!!!!
udah 2016 ya? ah ya...lupa, berasa tidur beberapa seperti udah tidur setahun aja rasanya sampai lupa ini tahun berapa.
ah, gakk usah inget ini tahun berapaan, kalo inget bikin nyesek, iya nyesek inget ini udah masuk usia sudah bukan muda lagi.
kenapa sih, dulu ada yang menetapkan cewek menikah di usia normal maksimal 25 tahun? dan kenapa kalau udah beranjak diusia 23 tahun harus mikir mau nikah kapan? iya pertanyaan KAPAN pun menjadi misteri box seumur hidup.
usia 23 pun usia yang gak tenang bagi umat cewek. dimana pun dan kapan pun selalu ada pertanyaan, sudah punya calon belum, kapan mau marry? ya ampun....itu pertanyaan yang selalu mengganggu konsentrasi hidup dikala ingin menikmati dan mensyukuri hidup dulu.
well, suatu ketika keluar dari zona ngobrol dengan temen, dan mendapat message dari si abang. dan yang bikin shock, dimana si abang pun ikut akan membicarakan soal rencana marry. well, ini hari memang hari orang udah pada mikir buat marry. gue pun tak tahu harus bagaimana dikala si abang yang aku anggap begitu nyaman sebagai friendzone tapi terkadang sense of free dream datang menghampiri dikala kita tak lagi sepasang sekedar teman.
matahari pun menjemput, dimana mata harus segera melotot melihat keadaan sekitar, dan juga menerima akan mimpi tersebut. tak hanya sekali pun mimpi tersebut medatangi. entah apa yang selalu menghampiri di otak ini setiap mimpi malam.
tak sanggup untuk disimpan sendiri, tak mampu lagi menerima mimpi yang selalu sama setiap malam, tanpa basa basi pun aku menceritakan a-z kepada si abang, dan ternyata si abang pun juga mengalami mimpi yang sama. namun, mimpi tersebut sudah dia alami sebelum mimpi aku dimulai.
beranjak si abang sudah berusia 26 tahun yang sudah cukup matang dan mapan, tanpa basa basi pun si abang menawarkan untuk mengajak ta'aruf. menerima tawaran tersebut, rasanya fly but not high. dimana antara rasa kaget, seneng, dan juga sedih.
aku pun tak tau harus bagaimana akan menajalaninya. selain kita sudah terlalu nyaman akan friendzone, jarak kita pun terpisahkan antar kota dan belum pernah bertemu sama sekali. hanya bertemu melalui media sosial yang sering kita gunakan untuk mengobrol saja. iya, kerjaan kita tiap hari ngobrol sama hp.
tak lama, aku pun memikirkan akan tawaran si abang, dan gak lama pun kita menjalaninya step by step. dimana kita tetap menjalani friendzone kita, namun dia memberi harapan dan aku menerima harapan untuk melanjutkan akan kenyamanan kita berdua. dan pertanyaan kapan pun akan segera terwujud dikala si abang setia menanti aku yang sudah menyelesaikan studi s2 ku.
aku yang masih sibuk dengan s2 ku, si abang pun tak pernah sesekali mengeluh dan juga lelah akan menantinya, karena kita masih menjalani proses ta'aruf. tak lama aku selesai akan studi ku, kita pun mulai fokus dengan prosesi ta'aruf kita. dimana sang abang memberanikannya untuk bertamu yang pertama kalinya untuk membicarakan hal yang sangat penting. setelah si abang mulai akan pembicaraannya dan kita pun mulai melangkah ke perjenjangan selanjutnya dan mempersiapkan segalanya. hari pun mulai semakin mendekati, dan status pun kini akan berganti. sejenak pun ku mulai melamun, dimana dulu kita hanya friendzone yang terlalu nyaman akan satu sama lain, dan esok kita pun berganti status. dimana dulu tak pernah sesekali dibenak aku akan muncul namanya pernikahan yang begitu cepat, tanpa namanya menjalin akan hubungan yang biasa saja menjadi hubungan yang luar biasa yang tak terduga sama sekali.
terimakasih abang, terimakasih akan perjalanan yang indah ini, perjalanan dimana kita menjalani status ini masih terjaga erat akan seperti kala kita masih friendzone.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar