dear hoho
hah!! gak terasa hampir enam tahun ku mengenal mu, mengenal semua tentang diri mu. mengenal siapa kau yang dulu hanya menebar senyum manis mu.
tiada hari tanpa kau mengenakan polo shirt, tiada hari kau selalu tampil rapi dan keren,
dimana kemanisan paras mu selalu terselimut sikap cuek mu.
dan sampai kau sudah bekerja pun, tak pernah sesekali tanpa polo shirt yang melekat di badan mu.
ku kenal kau akan sifat cuek mu diawal, dimana kau selalu bersifat dingin dengan orang-orang baru, dimana kau selalu memilah dan memilih untuk orang yang kau anggap berada.
tak pernah ku menyesali akan mengenal diri mu, dimana kau selalu enggan untuk membalas akan obrolan yang ku mulai. tak pernah sesekali ku erangkan untuk membantu mu untuk berjuang dalam tugas kuliah mu. dimana ku selalu mengingatkan mu akan apa saja tugas untuk esok dan bagaimana keadaan dalam perkuliahan di mata kuliah yang sama.
aaaah...itu dulu, dulu kau yang hampir setiap hari tak pernah aku angankan, tak pernah hilang dari mimpi ku, tak pernah hilang dari bayangan manisnya senyum mu dari jauh.
kau dingin, iya dingin..dingin dikala diajak ngobrol bersama perempuan yang belum lama kau kenal.
kau yang tak pernah peka akan sifat yang selama ini kuberikan dengan mu, entah kau anggap aku ini wanita tak tahu malu, wanita yang menjual harganya terlalu rendah dimata mu. aku pun rela melakukan obrolan perasaan ke kamu lebih dahulu, untuk menampar akan sifat dingin dan cuek mu.
namun....kau hanya mengatakan "TERIMA KASIH DEK"...
yah...mungkin itu kata-kata yang membuat ku terharu, terharu dimana kau sudah membaca akan chat berisi perasaan ku. dan ku gak tahu itu yang pertama kali dan terakhir bagi ku untuk mengatakan perasaan terlebih dulu ke lawan jenis. ku tak sanggup bila selalu memendamnya. karena sifat dingin mu, aku beranikan rasa malu ku supaya kau tahu.
berawal dari itulah, lambat laun tak sesering dulu, kau masih mau berteman dengan ku, kau tak pernah sedikit pun membenci ku setelah kau tau akan perasaan yang ku taruh kepada mu walau bertepuk sebelah hati. yah...itu dulu. karena sekarang kita mempunyai dunia dan juga pasangan yang lebih membuat hidup kita nyaman, kau yang memilih wanita cantik, kaya, dan dia rela kau paksa untuk berhijab supaya dia menjadi wanita yang terbaik nantinya.
aku pun tertampar akan melihat mu yang seperti itu, betapa dalamnya kau mencintai dia, betapa besarnya kau menaruh harapan kepadanya. aku selalu berusaha untuk melupakan mu dengan berbagai cara. namun apadaya, setiap aku bertemu dengan mu di mall dimana kau bekerja di kantor di sana, ku selalu meneteskan airmata dihati, betapa senangnya bisa melihat wajah manis mu, itu yang membuatku lupa akan kau sudah milik orang lain.
suatu hari kita pernah berpapasan di jalan, dimana kau mau masuk kerja, dan aku berjalan dengan teman ku, aku pun berpura-pura untuk tidak melihat mu saat kita berdekatan untuk adu mata, namun teman ku pun melihat akan tatapan mata yang kau berikan untukku. entah kamu shock akan perubahan pada diri ku, atau apa. aku erangkan melihat wajah mu lebih dekat, karena aku merasa kecil diri saat mengingat ku pernah mengatakan perasaan kepada mu manis....
semoga kau selalu bersifat manis, selalu menebar pesona dan senyum manis mu. selalu menjadi orang yang tak pernah menaruh rasa benci kepadaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar